Pemkot Terima Kucuran Dana Bank Dunia
Bangun Instalasi Pengolahan Limbah Domestik

By Dimas Setio Putra 31 Okt 2019, 17:42:17 WIB Sekitar Kita
Pemkot Terima Kucuran Dana Bank Dunia

Teropongbekasi.com– Pemerintah Kota Bekasi bakal mendapat kucuran dana dari Bank Dunia untuk membangun  instalasi pengolahan air limbah domestik terpusat (IPLT).

Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi sudah merencanakan pembangunan IPLT di empat lokasi berbeda.

Empat lokasi tersebut berada di lahan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU). Diantaranya, Rawa Pasung Kecamatan Bekasi Barat, Lapangan Multiguna Kecamatan Bekasi Timur, Rusunawa Kecamatan Bekasi Timur dan Danau Duta Harapan Kecamatan Bekasi Utara.

Direncanakan tahun 2020 Pemerintah Kota Bekasi melalui Disperkimtan segera membangun IPLT di empat kawasan pemukiman warga. Saat ini,Pemkot tengah  menyiapkan Detail Enggenering Design (DED).

Kepala UPTD Pengolahan Air Limbah, Disperkimtan Kota Bekasi Andrea Sucipto membenarkan tahun depan akan ada progres pembangunan empat Instalasi Pengelolaa Lumpur Tinja (IPLT) yang ada di Kota Bekasi. Pengerjaannya akan dimulai pada tahun 2020 mendatang.

“Rencana ini kita sudah sosialisasikan juga. Dalam pembangunan tentu dampaknya kerugian tidak ada. Malah jika beroprasi kualitas air tanah tidak berdampak, dan bau juga tidak. Buktinya sudah ada IPAL Komunal disejumlah titik, di Kota Bekasi,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Disperkimtan Kota Bekasi, Imas Amsiah mengatakan, pihaknya sudah merencanakan pembangunan IPLT atau PALDT tahun 2020, dengan targetan pada tahun 2021 mendatang sudah bisa digunakan warga.

“Kita target tahun 2020 di bangun dan tahun 2021 sudah bisa digunakan PALDT atau IPLT di empat titik yang sudah kita tunjuk,” katanya.

Ia menjelaskan, Kota Bekasi telah terpilih menjadi daerah yang akan diberikan dana bantuan hingga triliunan rupiah dari Bank Dunia terkait pembangunan PALDT ini. Dana bantuan itu memang diperuntukan untuk membangun instalasi pengolahan air limbah domestik terpusat  di Kota Bekasi.

Menurutnya, ada tiga kota yang terpilih yaitu, Kota Bekasi, Aceh dan Mataram dengan total bantuan sebesar Rp5 triliun. Namun, dengan adanya bantuan itu yang masih berjalan hingga kini adalah Kota Bekasi.

Apalagi, kata dia, dana sebesar itu nanti akan dibagi sesuai dengan kebutuhan kota masing-masing dalam membangun sistem pengolahan air limbah domestik terpusat. Ia memproyeksikan jika Kota Bekasi akan dikucurkan hibah sebesar Rp2 trilun.

Dana itu lanjut dia, untuk membangun sistem air pengolahan air limbah domestik terpusat di empat titik.  Lahan ini sudah PSU dan untuk luasnya nanti akan menyesuaikan. Empat lahan tersebut dipilih dengan berbagai pertimbangan.

Pihaknya telah melakukan riset elefasi tanah atau kemiringan tanah dan juga sesuai dengan kebutuhan jumlah penduduk. Sistem ini nantinya dapat mengcover seluruh limbah domestik yang ada di Kota Bekasi. Baik dari kalangan rumah tangga, hotel, apartemen, restoran internasional maupun restoran lokal menengan kebawah.

Sebab, dalam temuannya, nyaris seluruh restoran yang ada di Kota Bekasi belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga banyak mencemari lingkungan terutama sungai-sungai yang ada di Kota Bekasi.

Dia menambahkan, berdasarkan data tahun 2018, masih terdapat 6.600 warga Kota Bekasi yang belum memiliki Septic Tank dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan dibangunnya IPLT atau PALDT ini nantinya diyakini mampu mengentaskan pencemaran lingkungan dari limbah domestik yang selama ini menghantui lingkungan masyarakat.

“Saya tau daya tampung satu IPLT atau PALDT yang akan dibangun ini dapat mengcover 30 ribu rumah warga, termasuk restoran maupun apartemen dan hotel. Kita tahu di Kota Bekasi sendiri jumlah bangunan rumah penduduk terdapat sekitar 900 ribu lebih. Untuk itu, pemerintah setempat berharap tahun depan sudah bisa mulai pembangunan IPLT atau PALDT di empat lokasi,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak mengapresiasi adanya rencana pembanguanan IPLT atau PALDT di empat lokasi di Kota Bekasi. Hal itu kata dia sudah menjadi kebutuhan bagi Kota Bekasi menuju zero limbah atau ada tempat pengelolahan limbah domestik.

“Saya ingin dengan adanya pembangunan itu, lingkungan kita tidak tercemar lagi oleh limbah rumah tangga dan rumah makan, dan nantinya limbah mereka dapat di kelola oleh Pemerintah,” imbuhnya. (Dimas) - Source: radarbekasi.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Video Terbaru

View All Video

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Rahmat Sabilludin

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Rahmat Sabilludin

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Loading....